Badan Keuangan dan Aset Daerah
Kabupaten Bandung

Mulai Kontak

Sejarah Kabupaten Bandung


Kabupaten Bandung lahir berdasarkan piagam Sultan Agung Mataram, yaitu pada Ping Songo tahun alif bulan Muharam, atau pada hari sabtu, tanggal 20 April tahun 1641M yang kemudian ditetapkan menjadi hari jadi Kabupaten Bndung dengan Bupati pertama adalah Tumenggung Wiraangun-angun (1641-1681). Jabatan Bupati kemudian digantikan oleh Tumenggung Nyili salah seorang putranya. Namun Nyili tidak lama memegang jabatan tersebut karena mengikuti Sultan Banten. Jabatan bupati kemudian dilanjutkan oleh Tumenggung Ardikusumah, seorang Dalem Tenjolaya (Timbanganten) pada tahun 1681-1704.
Cikal bakal Kabupaten Bandung semula berada didaerah Karapiak atau Bojongasih disungai Cikapundung dekat muara, nama Karapiak kemudian menjadi Citeureup, sebagai ibukota Kabupaten Bandung yang berpenduduk 200 jiwa. Sultan Agung Mataram, kemudian meminta agar Timbangaten salah satu Kabupaten di Priangan di bawah pemerintahan Bupati R. Ardi Kusuma mengirimkan 800 penduduknya untuk mengisi kabupaten Bandung sebagai kabupaten baru. Dari tahun ketahun terpilih beberapa orang untuk menjadi bupati kemudian terpilih Kolone R.II Lily Sumantri atau Bupati ke-20 Kabupaten Bandung. Ia menjabat selama 2 periode (1969-1980). Pada masanya, sempat mencatat peristiwa penting yaitu rencana pemindahan ibukota Kabupaten Bandung yang semula berlokasi di Kotamadya Bandung ke wilayah hukum Kabupaten Bandung, di daerah Baleendah.
Dalam perkembangannya, di lahan peruntukan Ibukota Kabupaten Bandung sempat dibangun berbagai fasilitas antara lain perkantoran untuk beberapa instansi. Rencana kepindahan ke Ibukota Kabupaten Bandung tersebut, berlanjut hingga jabatan Bupati Bandung dipimpin Kol. T Sani Lupias Abdurachman (1980-1985). Akan tetapi atas dasar beberapa pertimbangan, fisik geografis daerah Baleendah tidak memungkinkan untuk menjadi Ibukota Kabupaten Bandung. Maka pada masa jabatan Bupati Bandung oleh Kol. H. D Cherman Effendi (1985-1990). Ibukota Kabupaten Bandung diboyong ke lokasi baru yakni Kecamatan Soreang, Bupati ke-22 itu membangun Ibukota Kabupaten Bandung tepatnya di desa Pamekaran pinggir Jalan Raya Soreang-Bandung. Di lahan seluas 24 hektar kini berdiri megah komplek perkantoran Kabupaten Bandung dengan menampilkan gaya arsitektur tradisional priangan, hingga kompleks perkantoran ini disebut-sebut sebagai kompleks perkantoran Kabupaten termegah di Jawa Barat.
Pada masa jabatan Bupati dipegang oleh H. Obar Sobarna, S. Ip (2001-2010) dengan diberlakukannya Peraturan Daerah No.20 tahun 2007 tentang Pembentukan Organisasi Dinas Daerah Kabupaten Bandung, pada bulan April tahun 2008 dibentuk Dinas Pendapatan dan Pengelola Keuangan (DPPK), pada tahun 2016 berubah menjadi Badan Keuangan Daerah (BKD) yang kini terpisah menjadi Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) yang dipimpin oleh Diar Irwana, SH sampai sekarang.